Scroll to top

Stand Dinsos Jatim Jadi Stand Terbaik Solo Leading Industry Expo 2021 | BIDANG PENGEMBANGAN PENYELENGGARAAN KESSOS

Dipublikasi pada 19 Oktober 2021

SURAKARTA - Stand Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Jatim, yang di dalamnya menampilkan stand Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim, berhasil menyabet penghargaan Stand Terbaik I di Solo Leading Industry Expo 2021.

Hal ini disampaikan saat penutupan Solo Leading Industry Expo 2021 yang dilakukan di atrium Solo Square, Minggu (17/10/2021) sore.

Dalam acara yang berlangsung sejak Jumat (15/10/2021) ini, stand Dinsos Provinsi Jatim menampilkan para penyandang disabilitas yang berbakat dalam membuat batik kaki, membuat sketsa desain batik, membuat sulam kaki, dan membuat bordir.

Penampilan para penyandang disabilitas tersebut mampu memukau Ketua Dekranasda Kota Surakarta Selvi Ananda. Bahkan, istri Walikota Surakarta itu juga berbelanja produk-produk hasil karya mereka dan penyandang disabilitas lain yang dipamerkan di stand Dinsos Jatim.

Kepala Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Dinsos Jatim Ir Hoirun Nawalah MKes mengungkapkan rasa syukur atas diraihnya prestasi tersebut. 

“Kami berharap masyarakat dapat terinspirasi dan tidak memandang sebelah mata penyandang disabilitas,” ujarnya. 

Nawalah menjelaskan, dalam pameran tersebut Dinsos Jatim menempati dua stand. Satu stand ditempati Wahyu Nasipa, pembuat sulam kaki yang merupakan klien Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (RSBD) Pasuruan dan Nuur Wahyu Mufiida, klien UPT Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara (RSBRW) Pasuruan yang mahir membordir. 

“Wahyu menekuni keterampilan sulam kaki. Dia baru 8 bulan tinggal di UPT RSBD, namun keahliannya dalam membuat sulam kaki tampak menonjol. Dia membuat sarung bantal, taplak meja, dan produk lainnya. Kedua tangannya tidak ada dan kakinya tidak sempurna, tapi dia bisa menggunakan kekurangan itu sebagai kelebihan,” tuturnya. 

Sementara stand kedua ditempati penyandang disabilitas asal Bondowoso. Yakni, Siti Rohmatillah yang piawai mencanting batik dengan kaki dan Nora Cahyo Febrianto, eks Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pembuat desain motif batik.

“Rahma hanya punya 1 kaki dan tidak memiliki tangan, tapi dia sangat terampil membatik. Sedangkan Cahyo merupakan 
eks ODGJ yang lihai membuat desain batik, desainnya dituangkan Rahma dalam karya batik,” jelas Nawalah.

Dia melanjutkan, Rahma dan Cahyo tidak tinggal di UPT, namun mereka dibina oleh Dinsos Kab. Bondowoso. (cpi/ul)





  • Alamat

    Jl. Gayung Kebonsari No.56b, Gayungan, Kec. Gayungan, Kota SBY, Jawa Timur 60235

  • Fax

    -
  • Total Pengunjung

    40794
  • Telepon

    031-8290794
  • Email

    dinsosjatim56b@jatimprov.go.id
© 2020, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
All right reserved.