jalaluddin

jalaluddin

Dalam rangka Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional dimana Jawa Timur menjadi tuan rumah, diselenggarakan Kegiatan Sarasehan Kepahlawanan yang dihadiri oleh 250 peserta terdiri dari siswa siswi SMA sederejat Kota Surabaya dan Sidoarjo, Tagana, Karang Taruna, TKSK dan Mahasiswa. Bertempat di Hotel Papilio Surabaya peserta diajak untuk melestarikan nilai nilai Kesetiakawanan Sosial.. 

DOWNLOAD MATERI

Tagana (Taruna Siaga Bencana) Jawa Timur  kembali berhasil meraih juara umum dalam ajang Jambore Tagana Nasional + ASEAN 3 yang berlangsung pada Tanggal 23 s/d 27 Oktober 2017.

Jambore yang berlangsung di Kota Tondano dan Minahasa Sulawesi Utara tersebut menyajikan kompetisi kesiap siagaan bencana yang diikuti oleh perwakilan tagana dari seluruh Provinsi yang ada di Indonesia.

Personil Tagana Jawa Timur yang terpilih untuk mengikuti kompetisi tersebut berjumlah 10 orang yang terdiri dari Twi Adi, M Zainul Fanani, Faridz Kurniadi, Bagus Priliyanto, Aris Trio Efendi, Rudy Purwo, Binti Puji Rahayu, Prasiska Septiani dan Heni Kuswati tersebut berhasil merah Juara dalam beberapa kategori yang dilombakan. Diantaranya adalah juara 2 kategori Shelter, Juara 3 Kategori LDP, Juara 1 Kategori Dapur umum, dan Juara 1 pada Water rescue.

Keberhasilan Tagana Jawa Timur dalam ajang Jambore Nasional ini membuat Tagana Jatim berhasil mempertahankan predikat Juara Umum yang sebelumnya diraih pada Jambore Tagana Tahun 2016 di Kalimantan Timur.

Selain itu, Priyo Prasodjo anggota Tagana Jawa Timur juga meraih Juara 1 Tagana Teladan Nasional.

 

Jumat, 29 September 2017 tim JSC (Jatim Social Care) Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri melakukan crosceck berita yang ditulis oleh Margharetshintatri dalam akun instagramnya.

Pernyataannya mengatakan bahwa”Mbah Katinem hidup sendirian, setiap hari hanya mengumpulkan kayu dari Ds. Jabang RT 08 RW 07 Kras-Kediri.

Tim JSC UPR RSBL Kediri yang diwakili oleh Wignyo, Suroto dan Winda melakukan koordinasi dengan Kelurahan Jabang, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri yang diwakili oleh Kepala Dusun Bapak M. Suyanto.

Dalam penggalian data, ditemukan warga dengan nama Mbah Katinem tinggal di Desa Jabang RT. 018 RW. 007, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

Selama ini hidup seorang diri di dalam rumah yang telah dibangun oleh Koramil dalam program Bedah Rumah.

Namun dalam kehidupannya, mbah Katinem masih dalam pantauan anak angkatnya yang bernama WARSITO.

Warsito tinggal dan bekerja di Surabaya, namun secara rutin minimal seminggu sekali, beliau pulang mengunjungi mbah Katinem.

Pak Warsito juga menitipkan uang kepada bapak Wasis selaku ketua RT. 018, untuk kebutuhan sehari-hari mbah Katinem.

Untuk makan beliau juga memasrahkan kepada tetangganya agar dikirimi sayur setiap harinya, tentunya dengan diberikan biaya yang memadai oleh anak angkatnya tersebut.

Data selanjutnya diperoleh bahwa kayukayu yang ada di depan rumah mbah Katinem merupakan kayu kiriman dari orang.

Kayu tersebut untuk dijual oleh mbah Katinem. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesibukan kepada beliau agar tidak bosan di rumah sendirian.

Pada saat fisiknya masih kuat mbah Katinem termasuk orang yang tidak bisa berdiam diri. Menurut pak Wasis selaku ketua RT mengatakan bahwa beliau rajin bekerja sebagai tukang masak acara hajatan yang dipanggil dari rumah-ke rumah.

Hal ini bertentangan dengan pernyataan Margharetshintatri bahwa setiap hari mbah Katinem mengumpulkan kayu, faktanya mbah Katinem dikirimi kayu oleh seseorang, untuk mengisi waktu luang.

Untuk penanganan warga tidak mampu, aparat Desa Jabang juga sangat aktif. Kepedulian terhadap warga miskin sangat bagus. Dengan penyaluran program bantuan pemerintah kepada pihak atau warga yang benar-benar membutuhkan.

Hal ini terbukti dengan program bedah rumah yang diterima oleh mbah katinem, kemudian bantuan raskin juga rutin didapatnya, santunan lansia tidak luput dari aparat desa setempat. Kepedulian desa terhadap warganya perlu diberikan apresiasi.

TIM JSC juga menawarkan kepada beliau untuk tinggal di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar Asrama Tulungagung di Tulungagung yang khusus memberikan pelayanan kepada lansia, untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Dengan tawaran tersebut mbah Katinem menyetujui untuk tinggal di panti, namun masih menunggu persetujuan dari bapak Warsito selaku anak angkatnya.

 

Penulis: Winda Dwi Wijayanti, S.Sos Pekerja Sosial fungsional di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri

Penampilan Band YKPTI (Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Tuna Indera) Banyuwangi Binaan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur turut memeriahkan Panggung Jatim Fair 2017 (6/10/2017).

Band yang terdiri dari kumpulan Tuna Netra tersebut dengan penuh semangat mengajak Pengunjung Jatim Fair 2017 untuk bernyanyi dan bergoyang.

Beranggotakan 8 orang, personil yang terdiri dari Siswanto tamborin, Ilham drummer, Yanto kendang, Atim keyboard, Bas rendi, Melodi firdaus, Vocal cewek Ruli dan vocal cowok Wahyono mereka kompak membawakan lagu-lagu yang sudah dihafal masyarakat luas.

Lagu pertama yang dibawakan oleh mereka adalah lagu khas surabaya, yakni rek ayo rek. Dengan aransemen yang khas, masyarakat dibuat bergoyan menikmati alunan musik tersebut.

Lalu di lagu kedua mereka membawakan lagu Armada, Asal Kau Bahagia, dilanjut dengan Jangan Menyerah dari d'Masiv.

Di lagu penutup mereka memilih membawakan lagu Kanggo Riko, lagu khas dari tempat dimana mereka berasal yakni Banyuwangi.

Penampilan Band YKPTI (Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Tuna Indera) Banyuwangi Binaan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur turut memeriahkan Panggung Jatim Fair 2017 (6/10/2017).

Band yang terdiri dari kumpulan Tuna Netra tersebut dengan penuh semangat mengajak Pengunjung Jatim Fair 2017 untuk bernyanyi dan bergoyang.

Beranggotakan 8 orang, personil yang terdiri dari Siswanto tamborin, Ilham drummer, Yanto kendang, Atim keyboard, Bas rendi, Melodi firdaus, Vocal cewek Ruli dan vocal cowok Wahyono mereka kompak membawakan lagu-lagu yang sudah dihafal masyarakat luas.

Lagu pertama yang dibawakan oleh mereka adalah lagu khas surabaya, yakni rek ayo rek. Dengan aransemen yang khas, masyarakat dibuat bergoyan menikmati alunan musik tersebut.

Lalu di lagu kedua mereka membawakan lagu Armada, Asal Kau Bahagia, dilanjut dengan Jangan Menyerah dari d'Masiv.

Di lagu penutup mereka memilih membawakan lagu Kanggo Riko, lagu khas dari tempat dimana mereka berasal yakni Banyuwangi.

Berikut Pengumuman Seleksi Karya Tulis Olimpiade Kepahlawan 2017.\

DOWNLOAD

Berikut Pengumuman Seleksi Karya Tulis Olimpiade Kepahlawan 2017.\

DOWNLOAD

Ajang Pameran Jatim Fair 2017 kembali menjadi ajang unjuk karya klien Binaan Dinsos Jatim.

Bertempat di lantai 1 dan lantai 3 Grandcity Mall Exhibition, Dinsos Jatim menampilkan hasil karya kliennya. Tidak hanya itu, mereka juga menampilkan bagaimana cara pembuatan hasil ketrampilan mereka di tempat.

Sebut saja Aam, Pelukis difabel asal Gresik menunjukkan kebolehannya menggoreskan kuas ke kanvas menjadi lukisan realistis yang indah. Menggunakan kakinya, Aam nampak cekatan dan terampil mengimajinasikan karyanya ke dalam kanvas.

Selain itu terdapat pula penampilan dari UPT Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara dan UPT Bina Daksa Dinsos Jatim yang juga menampilkan ketrampilan bordir dan desain pakaian. Ditengah keterbatasannya, mereka bekerja dengan sepenuh hati. Hasil karya mereka pun bisa pengunjung dapatkan di stand dinsos jatim.

UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Dinsos Jatim juga tidak mau ketinggalan dalam pameran ini, dalam gelapnya dunia, mereka dengan tekun merajut anyaman kain hingga berbentuk keset. Keset yang dijual pun berkualitas bagus. Pengunjung bisa membelinya dengan harga Rp. 15.000,00 saja. Selain itu terdapat pula Pijat Refleksi Netra di lantai 3 Stand Dinsos Jatim.

Selain dari UPT, Klien Binaan Dinsos Jatim yang berasal dari LKS (Lembaga Kesejahteraan Sosial) juga ambil peran dalam pameran tersebut, mereka menampilkan kerajinan batik dan pembuatan sepatu.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dr. Sukesi, Apt. MARS mengharapkan bahwasanya masyarakat Jawa Timur bisa menghargai mereka, menghargai hasil karya mereka, bukan dengan cara mengasihani mereka.

Jadi tunggu apalagi kawan sosial, Ayo berbondong-bondong untuk mengunjungi Stand Pameran Dinsos Jatim pada Jatim Fair 2017 mulai Tanggal 5 Oktober 2017 s.d 15 Oktober 2017.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur terus berupaya untuk menanggulangi kemiskinan yang ada di Jawa Timur. Kali ini Melalui Program Tuan Rasidi yakni Bantuan Beras Bersubsidi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Bulan September ini.

Pada periode I atau tahap I ini, Sebanyak 256.972 Rumah Tangga Sasaran mendapatkan bantuan beras bersubsidi ini. Masing-masing RTS mendapatkan beras dengan kualitas premium sebesar 10kg hanya dengan membayar uang Rp. 16.000,00 saja. 

Beras bersubsidi ini menyasar RTS miskin dengan persentil 1-15 % berdasarkan Data yang dimiliki oleh TNP2K by name by address. Sebanyak 950 desa dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur menjadi sasaran dari Program Tuan Rasidi tahap I ini.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dr. Sukesi, Apt. Mars turut serta melakukan monitoring proses penyaluran Tuan Rasidi yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Kota masing-masing.

 

Terwujudnya Peningkatan Taraf Kesejahteraan Sosial Penyandang Masalah Sosial Melalui Usaha Bersama Pemerintah dan Masyarakat.

Photo Gallery