jalaluddin

jalaluddin

Menteri Sosial RI Idrus Marham perdana melakukan kunjungan kerjanya ke Jawa Timur usai sebulan dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo.

Kunjungan Kerja Mensos kali ini dalam rangka penyaluran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan penyaluran Rastra.

Tidak tanggung-tanggung, selama 2 hari (3/3/2018 s.d 4/3/2018) 5 Kabupaten di Jawa Timur dikunjungi sekaligus oleh Mensos RI tersebut.

Diantaranya adalah Kab. Sidoarjo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Di masing-masing wilayah tersebut Mensos ingin memastikan bahwasanya bantuan tersebut tersalur secara lancar dan 100%.

Mensos juga menyampaikan kepada masyarakat pesan presiden Jokowi bahwasanya pejabat baik di daerah maupun pusat ketika masyarakat membutuhkan tidak ada hari libur. Harus bekerja secara total bagi masyarakat.

Turut mendampingi mewakili Gubernur Jatim, Kepala Dinas SOsial Provinsi Jawa Timur, Dr. Sukesi, Apt. MARS juga berharap hal yang sama agar rastra maupun PKH harus cepat tersalur.

Setelah sukses dilaksanakan pertama kali pada Tahun 2017, kali ini program bantuan beras bersubsidi (tuan rasidi) pada tahun 2018 kembali disalurkan.

Dengan tujuan untuk penanggulangan kemiskinan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berharap angka kemiskinan di Jawa Timur kembali menurun setelah di tahun sebelumnya sukses turun menjadi 11.77%.

Pada Program Tuan Rasidi kali ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan 952.381 kpm pada 4000 desa di 38 Kab/kota seJawa Timur mendapatkan bantuan tersebut.

Masing-masing KPM mendapatkan beras sebanyak 20 kg dengan biaya tebus Rp. 1600,00 per kilonya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dr. Sukesi Apt. MARS memastikan bahwasanya penyaluran bantuan beras bersubsidi pada tahun ini berjalan dengan baik dan lancar.

Bertempat di Kelurahan Kebonsari Kota Pasuruan, Kadinsos Jatim bersama Walikota Pasuruan Drs. H Setiyono, M.si  bersinergi untuk memastikan penyaluran bantuan tersebut.

Bahkan Kadinsos Jatim juga turut serta memastikan di Gudang Bulog bahwasanya beras yang akan dibagikan merupakan beras dengan mutu yang bagus.

 

 

 

Membangun Indonesia membutuhkan kerja bersama, gotong royong dari seluruh elemen bangsa Indonesia untuk mencapai hasil yang diinginkan serta membangun komitmen dalam menjaga kebhinekaan agar tetap satu.

Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dalam sambutannya sekaligus mewakili Presiden RI pada puncak Peringatan HKSN Tahun 2017 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/12/2017).

Sesuai dengan tema peringatan, HKSN Tahun 2017 yang mengusung tema ”Kesetiakawanan Sosial Nasional Perekat Keberagaman,” Menko PMK menilai bahwa tema ini punya makna mendalam yaitu memperteguh gotong-royong di dalam tatanan kehidupan masyarakat Indonesia dan membangun komitmen di dalam menjaga kebhinekaan agar tetap satu.

 

Meskipun tema yang ditampilkan dalam acara HKSN berbeda setiap tahunnya tetapi Menko PMK mencatat bahwa semua tema itu punya makna yang satu, yaitu semangat untuk saling bergotong royong.

“Membangun Indonesia membutuhkan kerja bersama, gotong royong, dari seluruh elemen bangsa Indonesia. Gotong royong merupakan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, satu perjuangan bantu-binantu bersama. Gotong royong adalah amal semua buat kepentingan bersama,” demikian p “Karena intisari dari Pancasila adalah gotong royong,” tambahnya seraya mengutip pernyataan Bapak Pendiri Bangsa, Bung Karno.

Menko PMK memaparkan peristiwa bersejarah 20 Desember 1948, tepat 69 tahun lalu ditandai dengan bersatunya seluruh lapisan masyarakat untuk mempertahankan kedaulatan negara, setelah tentara kolonial Belanda menyerbu dan menduduki ibukota negara Yogyakarta.

Saat itu, seluruh lapisan masyarakat dan kekuatan bangsa bahu-membahu, tua muda, laki-perempuan, baik dari kalangan petani, pedagang, pelajar, pegawai dan seluruh komponen anak bangsa bergabung dan membentuk mata rantai perjuangan.

Mulai saat itu pula, rasa kesetiakawanan sosial di antara sesama bangsa dikukuhkan dalam Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN).

“Sementara dalam konteks kekinian, semangat juang lahirnya HKSN diperlihatkan dalam kebersamaan, kepedulian, dan kerja bersama dalam membangun Indonesia,” kata Puan.

Menko PMK menyebutkan membangun Indonesia tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tapi perlu sinergi dan gotong royong oleh semua pihak.

memperteguh dalam setiap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bahwa kita berbeda-beda, merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk Indonesia, yang harus terus kita syukuri dan kita rawat bersama. Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika,” kata Menko PMK lagi.

“Mari ikut serta mengambil peran, dalam kebersamaan kita sebagai Bangsa Indonesia, untuk menjadikan Indonesia sebagai rumah kita bersama yang sejahtera, maju, dan berbudaya,” imbau Puan.

Selain memberikan sambutan, Menko PMK yang hadir atas nama Pemerintah, memberikan Tanda Kehormatan Satya Lencana Kebaktian Sosial kepada Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Lampung, Ketua PKK Provinsi Jawa Timur, Ketua PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Bupati Barito Kuala (Kalsel), Bupati Murung Raya (Kalteng), Bupati Minahasa Tenggara (Sulut), Bupati Gorontalo Utara (Gorontalo), Bupati Berau (Kaltim), Walikota Blitar (Jatim), Walikota Manado (Sulut), Walikota Medan (Sumut), Walikota Banjar (Jabar), Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dan Ketua Umum IPWL (Yayasan Kelompok Peduli Penyalahgunaan Narkoba) Kota Makassar (Sulsel).

 

Selain itu, Menko PMK juga menyerahkan bantuan simbolis Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada total penerima 4.100 orang yang terdiri atas: untuk Program PKH (2.888 kartu tercetak) kepada penerima atas nama Yuliana, Taruna Siaga Bencana (969 kartu) kepada Priyo Prasodjo, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) (243 kartu) kepada Nursoleh dan Kartu Disabilitas kepada Agus Listyono. Menko PMK juga menyerahkan  Akta Nikah kepada pasangan Naomi Eka Dewi dan Deny Kristono, Akta Lahir kepada Tasya Maldini.

Sementara itu, Menko PMK juga menyaksikan penyerahan bantuan Menteri Sosial berupa satu unit Tanki Air untuk Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah dan satu unit dapur umum untuk Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Acara puncak peringatan HKSN 2017 ini turut dihadiri antara lain Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa sekaligus Penyelenggara acara, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, para kepala daerah penerima penghargaan; perwakilan kementerian/Lembaga terkait seluruh Indonesia.

Acara lalu ditutup dengan penyerahan Bendera Pataka dari Ketua HKSN 2017 kepada Provinsi Gorontalo yang akan menjadi Tuan Rumah penyelenggaraan HKSN Tahun 2018 mendatang.

Perolehan piagam MURI tingkat Dunia lomba Dapur Umum lapangan Tagana terbanyak dengan perolehan nasi kotak 10.861 buah dalam waktu 2 jam dengan jumlah 380 peserta dr 38 kab /kota di Jawa Timur. Lomba tersebut merupakan salah satu rangkaian dalam rangka peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tahun 2017

Pembukaan HKSN Expo oleh Menteri Sosial RI dalam rangka peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional.

HKSN Expo dilaksanakan di Grandcity Surabaya pada tanggal 19-22 Desember 2017.

Selain itu terdapat pula penyerahan bantuan satu unit mobil ambulance dari Bank Jatim untuk Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Fun bike dalam rangka peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tahun 2017 dimana jawa Timur u sebagai tuan rumah. Dalam kegiatan ini peserta fun bike melewati rute Taman Bungkul-Panti Asuhan Khadijah-Panti Asuhan Aisiyah-Dinsos Jatim. Peserta diajak juga beramal dengan setiap tiket yang diberikan bernilai sembako yang diberikan ke panti tersebut

Trauma healing pasca bencana serta pemberian psikososial bagi anak anak korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kab. Pacitan.

Tampak Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dr. Sukesi, Apt. MARS jg hadir di tengah anak-anak bersama Tagana dan Pekerja Sosial.

Bantuan Alat Peraga Edukasi dan Alat tulis juga diberikan bagi anak-anak. 

Pelepasan Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS) sebagai pertanda dimulainya rangkaian Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional di Provinsi Jawa Timur.

Rombongan LBKS ini bergerak mulai dari ujung timur Provinsi Jawa Timur yaitu Kab. Pacitan dan bergerak menuju Kota Surabaya dengan melewati rute Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang dan Surabaya.

Adapun rute ke dua adalah Sampang dan Pamekasan.

Di setiap kota dan kabupaten pada rute tersebut, Tim LBKS melakukan bentuk Kesetiakawanan sosial dengan dilaksanakannya Bakti Sosial. 

Dalam rangka Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional dimana Jawa Timur menjadi tuan rumah, diselenggarakan Kegiatan Sarasehan Kepahlawanan yang dihadiri oleh 250 peserta terdiri dari siswa siswi SMA sederejat Kota Surabaya dan Sidoarjo, Tagana, Karang Taruna, TKSK dan Mahasiswa. Bertempat di Hotel Papilio Surabaya peserta diajak untuk melestarikan nilai nilai Kesetiakawanan Sosial.. 

DOWNLOAD MATERI

Terwujudnya Peningkatan Taraf Kesejahteraan Sosial Penyandang Masalah Sosial Melalui Usaha Bersama Pemerintah dan Masyarakat.

Photo Gallery