Kegiatan Pembinaan Atlas Taktual di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang

Setidaknya sekitar 35 klien dari UPT Rehabilitasi Cacat Netra Malang mengikuti kegiatan Pembinaan Tuna Netra Melalui Atlas Taktual yang berisikan Pembelajaran teknik pembacaan atlas taktual dan Uji coba keterbacaan atlas taktual pada tanggal 21 – 22 Oktober 2015 yang materinya diberikan langsung oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dengan Tema “Bangunan Peninggalan Bersejarah”. Atlas taktual adalah peta yang menyajikan informasi keruangan dengan fasilitas untuk dapat dibaca oleh para penyandang tunanetra. BIG sendiri telah menghasilkan atlas taktual dengan berbagai tema. Dengan adanya atlas taktual ini BIG turut memberikan informasi tentang keruangan Indonesia dalam rangka pemenuhan hak asasi manusia terutama untuk para penyandang tunanetra.

Dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat mobilitas untuk menemukan dan mendapatkan sumberdaya yang diperlukannya untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupannya, tunanetra memerlukan peta yang dapat diakses melalui indera peraba, yang disebut dengan atlas taktual. Jadi makin tinggi tingkat kemampuan mobilitas seseorang, makin banyak sumberdaya yang dikenalinya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan dalam hidupnya. Diharapkan dengan menguasai banyak informasi, maka akan semakin tinggi pula derajat kehidupan yang diraihnya.

Disampaikan oleh Dr. Mulyanto Darmawan, M.Sc , Kepala Pusat Pemetaan Tata Ruang BIG, untuk memilikikemampuan mobilitas, manusia IMG 20151021 101331membutuhkan kemampuan orientasi yang dibangun melalui informasi yang didapatkannya. Makin banyak informasi yang didapatkan, makin luas juga kemampuan orientasi seseorang dan akan makin tinggi juga kemampuan mobilitasnya. Memperoleh informasi merupakan hak asasi bagi semua manusia tanpa kecuali termasuk para tunanetra.

Agar atlas taktual yang sudah dibuat oleh BIG dapat dibaca oleh siswa tunanetra secara umum, diperlukan beberapa kali uji keterbacaan oleh beberapa klien terpilih, sebelum ditetapkan sebagai atlas taktual yang standar. Untuk hal tersebut BIG melaksanakan pembinaan pembelajaran pembacaan dan uji coba keterbacaan atlas taktual kepada para UPT Rehabilitasi Cacat Netra Malang yang dalam 2 (dua) hari akan dilakukan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu : belajar bersama, tes dan diskusi untuk mengetahu tingkat kesulitan membaca symbol. Dari hasil diskusi tersebut didapatkanÂÂÂ masukan dari klien bahwa beberapa symbol seperti sungai dan jalan tidak ada, begitu juga adanya kesulitan dalam membedakan antar pulau atau daerah yang keterangannya masih sulit terbaca. Semoga dari masukan tersebut, BIG dapat menstandarkan atlas taktual sehingga seluruh sahabat disabilitas netra mengetahui betapa luas dan beragamnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

oleh : Anantya Wulandari, S.Sos

Rate this item
(0 votes)
Super User

Curabitur ultrices commodo magna, ac semper risus molestie vestibulum. Aenean commodo nibh non dui adipiscing rhoncus.

Website: dinsos.jatimprov.go.id

1 comment

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Terwujudnya Peningkatan Taraf Kesejahteraan Sosial Penyandang Masalah Sosial Melalui Usaha Bersama Pemerintah dan Masyarakat.

Photo Gallery