jalaluddin

jalaluddin

Jumat, 29 September 2017 tim JSC (Jatim Social Care) Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri melakukan crosceck berita yang ditulis oleh Margharetshintatri dalam akun instagramnya.

Pernyataannya mengatakan bahwa”Mbah Katinem hidup sendirian, setiap hari hanya mengumpulkan kayu dari Ds. Jabang RT 08 RW 07 Kras-Kediri.

Tim JSC UPR RSBL Kediri yang diwakili oleh Wignyo, Suroto dan Winda melakukan koordinasi dengan Kelurahan Jabang, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri yang diwakili oleh Kepala Dusun Bapak M. Suyanto.

Dalam penggalian data, ditemukan warga dengan nama Mbah Katinem tinggal di Desa Jabang RT. 018 RW. 007, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

Selama ini hidup seorang diri di dalam rumah yang telah dibangun oleh Koramil dalam program Bedah Rumah.

Namun dalam kehidupannya, mbah Katinem masih dalam pantauan anak angkatnya yang bernama WARSITO.

Warsito tinggal dan bekerja di Surabaya, namun secara rutin minimal seminggu sekali, beliau pulang mengunjungi mbah Katinem.

Pak Warsito juga menitipkan uang kepada bapak Wasis selaku ketua RT. 018, untuk kebutuhan sehari-hari mbah Katinem.

Untuk makan beliau juga memasrahkan kepada tetangganya agar dikirimi sayur setiap harinya, tentunya dengan diberikan biaya yang memadai oleh anak angkatnya tersebut.

Data selanjutnya diperoleh bahwa kayukayu yang ada di depan rumah mbah Katinem merupakan kayu kiriman dari orang.

Kayu tersebut untuk dijual oleh mbah Katinem. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesibukan kepada beliau agar tidak bosan di rumah sendirian.

Pada saat fisiknya masih kuat mbah Katinem termasuk orang yang tidak bisa berdiam diri. Menurut pak Wasis selaku ketua RT mengatakan bahwa beliau rajin bekerja sebagai tukang masak acara hajatan yang dipanggil dari rumah-ke rumah.

Hal ini bertentangan dengan pernyataan Margharetshintatri bahwa setiap hari mbah Katinem mengumpulkan kayu, faktanya mbah Katinem dikirimi kayu oleh seseorang, untuk mengisi waktu luang.

Untuk penanganan warga tidak mampu, aparat Desa Jabang juga sangat aktif. Kepedulian terhadap warga miskin sangat bagus. Dengan penyaluran program bantuan pemerintah kepada pihak atau warga yang benar-benar membutuhkan.

Hal ini terbukti dengan program bedah rumah yang diterima oleh mbah katinem, kemudian bantuan raskin juga rutin didapatnya, santunan lansia tidak luput dari aparat desa setempat. Kepedulian desa terhadap warganya perlu diberikan apresiasi.

TIM JSC juga menawarkan kepada beliau untuk tinggal di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar Asrama Tulungagung di Tulungagung yang khusus memberikan pelayanan kepada lansia, untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Dengan tawaran tersebut mbah Katinem menyetujui untuk tinggal di panti, namun masih menunggu persetujuan dari bapak Warsito selaku anak angkatnya.

 

Penulis: Winda Dwi Wijayanti, S.Sos Pekerja Sosial fungsional di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri

Penampilan Band YKPTI (Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Tuna Indera) Banyuwangi Binaan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur turut memeriahkan Panggung Jatim Fair 2017 (6/10/2017).

Band yang terdiri dari kumpulan Tuna Netra tersebut dengan penuh semangat mengajak Pengunjung Jatim Fair 2017 untuk bernyanyi dan bergoyang.

Beranggotakan 8 orang, personil yang terdiri dari Siswanto tamborin, Ilham drummer, Yanto kendang, Atim keyboard, Bas rendi, Melodi firdaus, Vocal cewek Ruli dan vocal cowok Wahyono mereka kompak membawakan lagu-lagu yang sudah dihafal masyarakat luas.

Lagu pertama yang dibawakan oleh mereka adalah lagu khas surabaya, yakni rek ayo rek. Dengan aransemen yang khas, masyarakat dibuat bergoyan menikmati alunan musik tersebut.

Lalu di lagu kedua mereka membawakan lagu Armada, Asal Kau Bahagia, dilanjut dengan Jangan Menyerah dari d'Masiv.

Di lagu penutup mereka memilih membawakan lagu Kanggo Riko, lagu khas dari tempat dimana mereka berasal yakni Banyuwangi.

Penampilan Band YKPTI (Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Tuna Indera) Banyuwangi Binaan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur turut memeriahkan Panggung Jatim Fair 2017 (6/10/2017).

Band yang terdiri dari kumpulan Tuna Netra tersebut dengan penuh semangat mengajak Pengunjung Jatim Fair 2017 untuk bernyanyi dan bergoyang.

Beranggotakan 8 orang, personil yang terdiri dari Siswanto tamborin, Ilham drummer, Yanto kendang, Atim keyboard, Bas rendi, Melodi firdaus, Vocal cewek Ruli dan vocal cowok Wahyono mereka kompak membawakan lagu-lagu yang sudah dihafal masyarakat luas.

Lagu pertama yang dibawakan oleh mereka adalah lagu khas surabaya, yakni rek ayo rek. Dengan aransemen yang khas, masyarakat dibuat bergoyan menikmati alunan musik tersebut.

Lalu di lagu kedua mereka membawakan lagu Armada, Asal Kau Bahagia, dilanjut dengan Jangan Menyerah dari d'Masiv.

Di lagu penutup mereka memilih membawakan lagu Kanggo Riko, lagu khas dari tempat dimana mereka berasal yakni Banyuwangi.

Berikut Pengumuman Seleksi Karya Tulis Olimpiade Kepahlawan 2017.\

DOWNLOAD

Berikut Pengumuman Seleksi Karya Tulis Olimpiade Kepahlawan 2017.\

DOWNLOAD

Ajang Pameran Jatim Fair 2017 kembali menjadi ajang unjuk karya klien Binaan Dinsos Jatim.

Bertempat di lantai 1 dan lantai 3 Grandcity Mall Exhibition, Dinsos Jatim menampilkan hasil karya kliennya. Tidak hanya itu, mereka juga menampilkan bagaimana cara pembuatan hasil ketrampilan mereka di tempat.

Sebut saja Aam, Pelukis difabel asal Gresik menunjukkan kebolehannya menggoreskan kuas ke kanvas menjadi lukisan realistis yang indah. Menggunakan kakinya, Aam nampak cekatan dan terampil mengimajinasikan karyanya ke dalam kanvas.

Selain itu terdapat pula penampilan dari UPT Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara dan UPT Bina Daksa Dinsos Jatim yang juga menampilkan ketrampilan bordir dan desain pakaian. Ditengah keterbatasannya, mereka bekerja dengan sepenuh hati. Hasil karya mereka pun bisa pengunjung dapatkan di stand dinsos jatim.

UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Dinsos Jatim juga tidak mau ketinggalan dalam pameran ini, dalam gelapnya dunia, mereka dengan tekun merajut anyaman kain hingga berbentuk keset. Keset yang dijual pun berkualitas bagus. Pengunjung bisa membelinya dengan harga Rp. 15.000,00 saja. Selain itu terdapat pula Pijat Refleksi Netra di lantai 3 Stand Dinsos Jatim.

Selain dari UPT, Klien Binaan Dinsos Jatim yang berasal dari LKS (Lembaga Kesejahteraan Sosial) juga ambil peran dalam pameran tersebut, mereka menampilkan kerajinan batik dan pembuatan sepatu.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dr. Sukesi, Apt. MARS mengharapkan bahwasanya masyarakat Jawa Timur bisa menghargai mereka, menghargai hasil karya mereka, bukan dengan cara mengasihani mereka.

Jadi tunggu apalagi kawan sosial, Ayo berbondong-bondong untuk mengunjungi Stand Pameran Dinsos Jatim pada Jatim Fair 2017 mulai Tanggal 5 Oktober 2017 s.d 15 Oktober 2017.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur terus berupaya untuk menanggulangi kemiskinan yang ada di Jawa Timur. Kali ini Melalui Program Tuan Rasidi yakni Bantuan Beras Bersubsidi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Bulan September ini.

Pada periode I atau tahap I ini, Sebanyak 256.972 Rumah Tangga Sasaran mendapatkan bantuan beras bersubsidi ini. Masing-masing RTS mendapatkan beras dengan kualitas premium sebesar 10kg hanya dengan membayar uang Rp. 16.000,00 saja. 

Beras bersubsidi ini menyasar RTS miskin dengan persentil 1-15 % berdasarkan Data yang dimiliki oleh TNP2K by name by address. Sebanyak 950 desa dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur menjadi sasaran dari Program Tuan Rasidi tahap I ini.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dr. Sukesi, Apt. Mars turut serta melakukan monitoring proses penyaluran Tuan Rasidi yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Kota masing-masing.

 

Tingginya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial atau yang disingkat PMKS Di Jawa Timur (data Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur terakhir tahun 2015) sebanyak 659.245 Jiwa menjadi peluang tersendiri untuk mereformulasikan kebijakan penangananyan baik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebagai leading sectornya dan para stakeholder lainya. Fokus perhatian penyelenggaraan kesejahteraan sosial disesuaikan dengan UUD 1945 pasal 34 yaituu “fakir Miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”, maka penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang meliputi rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial dan perlindungan sosial difokuskan kepada perseorangan, keluarga, kelompok dan atau masyarakat, dengan prioritas pada mereka yang memiliki kehidupan yang tidak layak secara kemanusiaan dan memiliki kriteria masalah sosial.Prioritas pembangunan adalah memberdayakan kelompok masyarakat yang kurang beruntung termasuk anak-anak terlantar, fakir miskin, manusia lanjut usia (manula/lansia) penyandang cacat, masyarakat miskin dan masyarakat di wilayah terpencil, tertinggal dan wilayah rawan bencana.

Salah satu pelaku sosial yang menjadi agen perubahan perilaku sosial masyarakat adalah tenaga penyuluh sosial. Tenaga Penyuluh Sosial seseorang yang memiliki tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan Penyuluhan Sosial di Bidang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, sedangkan untuk kegiatan Penyuluhan Sosial merupakan suatu proses pengubahan perilaku yang dilakukan melalui penyebarluasan informasi, komunikasi, motivasi dan edukasi oleh penyuluh sosial baik secara lisan, tulisan maupun peragaan kepada kelompok sasaran sehingga muncul pemahaman yang sama, pengetahuan dan kemauan guna berpartisipasi secara aktif dalam penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

Untuk menanganani permasalahan secara berkelanjutan, tidak hanya dilakukan oleh unsur pemerintah, melainkan harus adanya kemitraan antara pemerintah dengan masyarakat yang terlembaga. Salah satu unsur masyarakat yang dapat membantu pemerintah dalam melakukan upaya penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial adalah penyuluh Sosial Masyarakat (Pensosmas). Atas dasar pemikiran itu Kementerian Sosial RI bersama dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Calon Relawan Penyuluh Sosial Masyarakat Sebagai Penggerak Partisipasi Sosial Masyarakat di Hotel Quest Kota Surabaya selama 4 (empat) hari mulai tanggal 26 – 29 Juli 2017.

Peserta Pembekalan berjumlah 30 (Tiga Puluh) Orang berasal dari kota Surabaya yang sudah berpengalaman dalam bidang pelayanan Kesejahteraan Sosial diantaranya adalah para tokoh masyarakat, tokoh LSM, tokoh wanita, Pimpinan Organisasi yang berdomisili di Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik yang memiliki komitmen penuh menjadi relawan dalam pelayanan kesejahteraan sosial dimana penentuan dan pemanggilanya ditentukan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan tersebut di buka oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Bapak Drs. Tajul Falah, M.Si Kepala Bidang Pengembangan Penyelenggaran Kesejahteraan Sosial yang juga dihadiri para Pejabat dan rombongan Kementerian Sosial RI, Para Widyaiswara Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta, Perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Perwakilan Dinas Sosial Kota Surabaya.

Para Peserta diberi bekal tentang Kebijakan dan Strategi Kementerian Sosial RI, Kebijakan Strategi Penyuluhan Sosial dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, Peran Pemerintah Provinsi (Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur) dan Pemerintah Kota  (Dinas Sosial Kota) Surabaya dalam membina Relawan Penyuluh Sosial Masyarakat, Mensinergikan Peran Kemitraan SDM Kesejahteraan Sosial dalam Meningkatkan Partisipasi Sosial Masyarakat, Materi dasar ketrampilan, metode dan tekhnik, komunikasi dan Relasi Sosial yang harus dimiliki para Penyuluh Sosial Masyarakat. Materi tersebut diberikan kepada relawan agar setelah mengikuti pembekalan tersebut mereka mampu melakukan kegiatan penyuluhan sosial secara langsung maupun tidak langsung sehingga mampu menggerakkan masyarakat dengan upaya membangun kesadaran masyarakat untuk meningkatkan partisipasi sosial masyarakat serta mampu mengorganisir kekuatan potensi dan sumber kesejahteraan sosial di lingkungan RT, RW, Dusun dan Kelurahan ditempat mereka tinggal.

Tujuan dari kegiatan ini adalah mampu menghasilkan Relawan Penyuluh Sosial Masyarakat yang mampu menjadi Komunikator untuk membangun budaya komunikasi yang baik dalam masyarakat untuk menggalang potensi dan sumber dalam penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial. Relawan Sosial Masyarakat mampu menjadi informator yaitu menjadi jembatan informasi untuk menumbuhkan perubahan sosial dalam masyarakat. Sebagai motivator yang mampu menumbuhkan semangat-semangat keswadayaan dan gotong royong serta partispasi sosial dalam masyarakat. Dan yang terakhir, Relawan Penyuluh Sosial Masyarakat harus mampu menguatkan keinginan masyarakat dalam melakukan perubahan sosial dengan memberikan pembelajaran/memberikan pengetahuan dari ketidaktahuan menjadi tahu, ketidak pahaman menjadi paham dari tidak bisa menjadi bisa dengan menjadi fungsi edukator. (LS) 

Kagiatan Bimbingan Nilai nilai Kepahlawanan untuk memperkuat restorasi sosial melalui PSKS.

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional tahun 2017.

Peserta merupakan Guru Sejarah di SMA/MA/SMK di Surabaya dan sekitarnya.. Pemateri dalam kegiatab tersebut adalah Drs. Sukaryanto, M.Si. ( UNAIR) dan Drs. Sumarno, M.Hum ( UNESA)

Kagiatan Bimbingan Nilai nilai Kepahlawanan untuk memperkuat restorasi sosial melalui PSKS.

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional tahun 2017.

Peserta merupakan Guru Sejarah di SMA/MA/SMK di Surabaya dan sekitarnya.. Pemateri dalam kegiatab tersebut adalah Drs. Sukaryanto, M.Si. ( UNAIR) dan Drs. Sumarno, M.Hum ( UNESA)

Terwujudnya Peningkatan Taraf Kesejahteraan Sosial Penyandang Masalah Sosial Melalui Usaha Bersama Pemerintah dan Masyarakat.

Photo Gallery