Pembekalan Calon Relawan Pensosmas Sebagai Penggerak Partisipasi Sosial Masyarakat Featured

Tingginya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial atau yang disingkat PMKS Di Jawa Timur (data Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur terakhir tahun 2015) sebanyak 659.245 Jiwa menjadi peluang tersendiri untuk mereformulasikan kebijakan penangananyan baik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebagai leading sectornya dan para stakeholder lainya. Fokus perhatian penyelenggaraan kesejahteraan sosial disesuaikan dengan UUD 1945 pasal 34 yaituu “fakir Miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”, maka penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang meliputi rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial dan perlindungan sosial difokuskan kepada perseorangan, keluarga, kelompok dan atau masyarakat, dengan prioritas pada mereka yang memiliki kehidupan yang tidak layak secara kemanusiaan dan memiliki kriteria masalah sosial.Prioritas pembangunan adalah memberdayakan kelompok masyarakat yang kurang beruntung termasuk anak-anak terlantar, fakir miskin, manusia lanjut usia (manula/lansia) penyandang cacat, masyarakat miskin dan masyarakat di wilayah terpencil, tertinggal dan wilayah rawan bencana.

Salah satu pelaku sosial yang menjadi agen perubahan perilaku sosial masyarakat adalah tenaga penyuluh sosial. Tenaga Penyuluh Sosial seseorang yang memiliki tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan Penyuluhan Sosial di Bidang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, sedangkan untuk kegiatan Penyuluhan Sosial merupakan suatu proses pengubahan perilaku yang dilakukan melalui penyebarluasan informasi, komunikasi, motivasi dan edukasi oleh penyuluh sosial baik secara lisan, tulisan maupun peragaan kepada kelompok sasaran sehingga muncul pemahaman yang sama, pengetahuan dan kemauan guna berpartisipasi secara aktif dalam penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

Untuk menanganani permasalahan secara berkelanjutan, tidak hanya dilakukan oleh unsur pemerintah, melainkan harus adanya kemitraan antara pemerintah dengan masyarakat yang terlembaga. Salah satu unsur masyarakat yang dapat membantu pemerintah dalam melakukan upaya penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial adalah penyuluh Sosial Masyarakat (Pensosmas). Atas dasar pemikiran itu Kementerian Sosial RI bersama dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Calon Relawan Penyuluh Sosial Masyarakat Sebagai Penggerak Partisipasi Sosial Masyarakat di Hotel Quest Kota Surabaya selama 4 (empat) hari mulai tanggal 26 – 29 Juli 2017.

Peserta Pembekalan berjumlah 30 (Tiga Puluh) Orang berasal dari kota Surabaya yang sudah berpengalaman dalam bidang pelayanan Kesejahteraan Sosial diantaranya adalah para tokoh masyarakat, tokoh LSM, tokoh wanita, Pimpinan Organisasi yang berdomisili di Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik yang memiliki komitmen penuh menjadi relawan dalam pelayanan kesejahteraan sosial dimana penentuan dan pemanggilanya ditentukan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan tersebut di buka oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Bapak Drs. Tajul Falah, M.Si Kepala Bidang Pengembangan Penyelenggaran Kesejahteraan Sosial yang juga dihadiri para Pejabat dan rombongan Kementerian Sosial RI, Para Widyaiswara Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta, Perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Perwakilan Dinas Sosial Kota Surabaya.

Para Peserta diberi bekal tentang Kebijakan dan Strategi Kementerian Sosial RI, Kebijakan Strategi Penyuluhan Sosial dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, Peran Pemerintah Provinsi (Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur) dan Pemerintah Kota  (Dinas Sosial Kota) Surabaya dalam membina Relawan Penyuluh Sosial Masyarakat, Mensinergikan Peran Kemitraan SDM Kesejahteraan Sosial dalam Meningkatkan Partisipasi Sosial Masyarakat, Materi dasar ketrampilan, metode dan tekhnik, komunikasi dan Relasi Sosial yang harus dimiliki para Penyuluh Sosial Masyarakat. Materi tersebut diberikan kepada relawan agar setelah mengikuti pembekalan tersebut mereka mampu melakukan kegiatan penyuluhan sosial secara langsung maupun tidak langsung sehingga mampu menggerakkan masyarakat dengan upaya membangun kesadaran masyarakat untuk meningkatkan partisipasi sosial masyarakat serta mampu mengorganisir kekuatan potensi dan sumber kesejahteraan sosial di lingkungan RT, RW, Dusun dan Kelurahan ditempat mereka tinggal.

Tujuan dari kegiatan ini adalah mampu menghasilkan Relawan Penyuluh Sosial Masyarakat yang mampu menjadi Komunikator untuk membangun budaya komunikasi yang baik dalam masyarakat untuk menggalang potensi dan sumber dalam penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial. Relawan Sosial Masyarakat mampu menjadi informator yaitu menjadi jembatan informasi untuk menumbuhkan perubahan sosial dalam masyarakat. Sebagai motivator yang mampu menumbuhkan semangat-semangat keswadayaan dan gotong royong serta partispasi sosial dalam masyarakat. Dan yang terakhir, Relawan Penyuluh Sosial Masyarakat harus mampu menguatkan keinginan masyarakat dalam melakukan perubahan sosial dengan memberikan pembelajaran/memberikan pengetahuan dari ketidaktahuan menjadi tahu, ketidak pahaman menjadi paham dari tidak bisa menjadi bisa dengan menjadi fungsi edukator. (LS) 

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Terwujudnya Peningkatan Taraf Kesejahteraan Sosial Penyandang Masalah Sosial Melalui Usaha Bersama Pemerintah dan Masyarakat.

Photo Gallery