45

Tinjau UPT Dinsos, Komisi E DPRD Jatim Sarankan Perbaikan Sarpras RSBK Madiun

MADIUN- Anggota Komisi E DPRD Jatim melakukan kunjungan kerja ke UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya (RSBK) milik Dinsos Jatim, di Madiun, Jumat (28/2/2020).

Kunjungan belasan anggota dewan yang membidangi kesejahteraan rakyat ini dipimpin Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Artono dan disambut langsung oleh Kadinsos Jatim, Alwi, serta Kepala UPT RSBK Madiun, M Baban Subandi. 

Saat kunjungan, anggota komisi E meninjau berbagai fasilitas, sarana prasarana dan juga karya yang telah dihasilkan warga binaan UPT RSBK.

Sebagian besar anggota dewan sempat dibuat terkesima oleh karya warga binaan UPT RSBK, seperti, makanan olahan, hasil ukiran kayu, batik dan produk pertukangan.

Bahkan, Kodrat Sunyoto, anggota komisi E, sempat memborong makanan olahan yang dihasilkan warga binaan yang mayoritasnya mantan gelandangan dan pengemis (Gepeng) itu. Begitu juga anggota Komisi E lainnya, Benjamin Kristianto yang sempat membeli produk ukiran kayu seharga Rp 300 ribu. 

Wakil Ketua Komisi E, Artono pun mengapresiasi karya dan kreativitas warga binaan itu. Ia mendorong Dinsos Jatim agar meyakinkan peserta binaan untuk bisa menjadi wirausaha. ''Ke depan, harus ada bantuan permodalan," sarannya.
 
Namun demikian, dalam kunjungan itu, anggota DPRD Jatim juga meminta agar Dinas Sosial lebih meningkatkan fasilitas dan sarana prasarana UPT RSBK Madiun. Sebab sejumlah fasilitas pelatihan dinilai sudah kurang memadai.

Misalnya, ruang keterampilan yang berfungsi untuk pelatihan olahan pangan, batik, menjahit, pertukangan kayu, hingga pertanian. Meski peralatannya relatif lengkap, namun ruangannya terbilang cukup sempit. 

Di tempat pelatihan menjahit misalnya, para peserta pelatihan harus berdesakan dengan pelatihan membatik. Bahkan, Suwandy, anggota Komisi E  lainnya, mengkhawatirkan keamanan bangunan gedung itu. 

"Saya melihat tidak safety. Hampir ambruk. Fasilitas umumnya juga kurang layak. Seharusnya bisa lebih layak. Kebdepan, harus bisa diperbaiki," pintanya.

Kadinsos Jatim, Alwi, pun tak memungkiri bahwa sejumlah fasilitas di UPT-nya memang kurang memadai. "Kami akan membuat permohonan pengajuan anggaran perbaikan kepada Gubernur yang nantinya akan dibahas bersama dewan. Mudah-mudahan, bisa terpenuhi sehingga 2021 bisa semakin layak," harapnya. 

Sementara, Kepala UPT RSBK Madiun, M Baban Subandi mengungkapkan, saat ini ada 100 warga binaan yang tinggal di UPT-nya. Mereka berasal dari seluruh Jawa Timur. Mayoritasnya, eks Gepeng dan kelompok rawan sosial ekonomi (miskin).

"Tujuan mereka tinggal disini untuk menerima pembinaan. Pembinaan ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian dengan skill. Kita berharap, itu bisa ditularkan ke teman-temannya yang lain. Karena itu, memang perlu penambahan kapasitas," katanya menguatkan. (yus)

Related Comments



Atasi Kelangkaan APD, Dua UPT Dinsos Jatim Produksi Sendiri Masker Corona

Dinsos Jatim Siaga Hadapi Covid-19

Bersinergi dengan Pemdes, Pensosmas Banyuwangi Gelar Aksi Cegah Covid-19

Gandeng Dinsos Jember, TKSK Ambulu Lakukan Penjemputan ODGJ yang Alami Laka Lantas di Probolinggo

Kadinsos Minta TKSK Jadi Pionir Penanganan Corona di Level Kecamatan