62

Prof Imam Mawardi: Audit Spiritual dan Kepedulian Sosial Bisa Lahirkan Output Kerja yang Maksimal

SURABAYA - Mewujudkan output kerja yang maksimal ternyata tidak harus selalu diorientasikan pada urusan profit. Justru dengan menajamkan kepedulian sosial melalui audit spiritual bisa melahirkan output kerja yang maksimal.

Hal itu setidaknya yang diyakini Prof Dr KH Ahmad Imam Mawardi saat menjadi narasumber dalam acara Konsolidasi dan Integrasi Publikasi Sosial yang digelar Dinsos Jatim di Hotel Mercure, Surabaya, Selasa (25/2/2020).

Acara yang secara seremonial dibuka langsung oleh Kadinsos Jatim, Dr Alwi, didampingi Plt Sekretaris, Restu Novi Widiani dan Kabid Pengembangan Penyelenggaraan Kessos, Hoirun Nawalah itu berlangsung selama dua hari, dengan diikuti 80 peserta dari 38 kabupaten/kota.

Dalam paparannya, guru besar UINSA Surabaya ini menegaskan, dalam menjalani tugas keseharian, setiap orang harus punya orientasi spiritual. Baik itu dari kalangan pejabat, pegawai biasa maupun masyarakat umum.

Mengapa? Karena hal itu akan memicu timbulnya rasa kebahagiaan dalam bekerja. Rasa kebahagiaan itulah yang kemudian akan memacu semangat kerja dan menghasilkan output kerja yang maksimal.

Karena itu, lanjutnya, saat ini, emosional question (EQ) dan spiritual question (SQ) sudah dipandang sama penting dengan IQ. Kalau dulu, dalam setiap pekerjaan yang lebih diutamakan hanyalah IQ. Namun sekarang tidak. Faktor spiritual kini juga turut jadi pertimbangan penting.

"Dan ini juga mulai disadari perusahaan-perusahaan besar di Jepang dan Amerika," ujarnya.

Imam Mawardi pun menyakini, tidak semua sektor pekerjaan membutuhkan IQ sebagai prioritas. Salah satu contohnya, Dinas sosial.

Menurutnya, yang lebih diutamakan sebagai pegawai Dinas Sosial adalah mereka yang punya kepekaan sosial tinggi, bukan yang punya IQ lebih.

"Dan mereka itu nanti tidak hanya mendapat gaji dari pemerintah saja, tapi juga dapat gaji dari Allah SWT, yang jumlahnya tentu berkali lipat. Sebab mereka sering membantu dan menolong hamba-Nya," tegas Imam.

Pertimbangan spiritual dan kepedulian sosial itu, menurutnya, bahkan bisa diterapkan di berbagai sektor pekerjaan. Karena dari ciri sifat-sifat Rosul yang ada, faktor kecerdasan (fatonah) bukan menjadi urutan pertama.

"Jadi yang pertama itu bukan fatonah (cerdas), melainkan shidiq (jujur). Setelah itu baru tabligh, amanah, lalu fathonah," tuturnya. (yus)

Related Comments



Atasi Kelangkaan APD, Dua UPT Dinsos Jatim Produksi Sendiri Masker Corona

Dinsos Jatim Siaga Hadapi Covid-19

Bersinergi dengan Pemdes, Pensosmas Banyuwangi Gelar Aksi Cegah Covid-19

Gandeng Dinsos Jember, TKSK Ambulu Lakukan Penjemputan ODGJ yang Alami Laka Lantas di Probolinggo

Kadinsos Minta TKSK Jadi Pionir Penanganan Corona di Level Kecamatan