120

GELAR Jatim Fair 2019 di Grand City Mall, Surabaya, secara resmi telah dibuka Gubernur Khofifah, Selasa (8/10/2019). Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu,13 Oktober 2019 itu juga disemarakkan dengan pameran yang diikuti semua OPD di lingkungan Pemprov Jatim. Tak terkecuali Dinas Sosial (Dinsos) Prov. Jatim.

 

Dalam event Jatim Fair kali ini, Dinsos Jatim memamerkan potensi kelompok difabel binaannya yang tersebar di berbagai UPT (Unit Pelaksana Teknis) rehabilitasi sosial.

 

Sedikitnya 35 penyandang disabilitas, yang terdiri dari kelompok tuna netra, tuna rungu, tuna daksa, tuna wicara dan tuna grahita turut menyemarakkan stan pameran Dinsos  Prov. Jatim. Mereka menampilkan beragam potensi dan hasil  keterampilan yang mewakili kemampuan mereka di berbagai bidang.

 

Di antaranya, keterampilan pahat kepala Barong yang ditampilkan Mustaqbilal (38), penyandang tuna daksa asal Banyuwangi, seni lukis pakai kaki yang didemontrasikan Moh. Amanatullah (26), penyandang tuna daksa tanpa tangan berkaki pendek, dan atraksi bermain musik yang dimainkan para penyandang tuna netra.

 

Khusus di kelompok tuna netra, Dinsos Jatim bahkan menyediakan satu stand khusus untuk layanan pijat di area pameran dengan personel yang disiapkan sebanyak 14 orang.

 

Selain lukis, pahat dan pijat, keterampilan membuat keset, memangkas rambut, dan seni batik ciprat juga dipamerkan di ajang pameran bergengsi tahunan itu.

 

Mustaqbilal, penyandang tuna daksa yang tak memiliki kaki dan jemari di tangan kanannya, mengaku senang dan berterimakasih karena difasilitasi Dinsos Jatim ikut dalam pameran Jatim Fair tahun ini.

 

Baginya, keikutsertaannya di Jatim Fair bisa menambah banyak hal, mulai dari pengalaman, persaudaraan, hingga penghasilan.

 

"Dengan keikutsertaan ini, minimal semakin mengenalkan kami ke masyarakat, bahwa cacat itu bukan halangan. Soal rejeki sudah ada yang mengatur. Yang penting, kita terus berusaha dan berdoa," ujar pria yang telah berkeluarga dan ayah dari M. Kamilul Hubbul Izzah ini.

 

Sementara, Kepala Dinsos Prov. Jatim, Sukesi mengungkapkan, hingga saat ini, pihaknya memang terus memberikan berbagai pelatihan kepada para penyandang disabilitas di Jatim. Beragam pelatihan itu dilakukan di 30 UPT rehabilitasi sosial yang tersebar di kabupaten/kota.

 

"Kami berharap, dengan fasilitasi yang kami berikan selama ini, mereka bisa memiliki bekal untuk hidup mandiri di kemudian hari," ujarnya berharap.

(ay)

Related Comments