119

Surabaya,
Kepulangan perantau Jatim dari Kota Wamena, Papua, Kamis (17/10) langsung disambut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Pawansa di asrama Transito, Margorejo, Surabaya.

Sebanyak 435 perantau Jatim di Wanena memilih pulang kampung dengan menumpang kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Kapal Motor (KM) Dobonsolo.

Sesampai di asrama transito, petugas dari Dinas Sosial Jatim melakukan pendataan terhadap perantau untuk mengetahui asal daerah masing-masing.

"Laporan awal dari Papua jumlahnya memang 519 orang. Tapi ada sebagian yang asal Medan dan turun di pelabuhan Makasar. Selain itu juga ada yang dari Jateng dan DKI," ujar Kabid Linjamsos Dinsos Jatim, Restu Novi Windiani.

Tak hanya mendata, Dinsos juga memberikan bantuan sembako kepada 435 perantau senilai Rp 222.500,- yang dirupakan dalam bentuk beras, gula, minyak, mie instan dan lain-lain.

Selain itu, Dinsos juga memfasilitasi perantau pulang ke daerah asalnya. Dari hasil pendataan, jumlah perantau asal Jatim di Wamena tersebar di 23 kabupaten/kota. Perantau terbanyak berasal dari Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan. Selebihnya berasal dari Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Madiun, Gresik, dan Surabaya.

Gubernur Jatim, Khofifah dalam kesempatan itu juga menyampaikan skenario pendidikan bagi anak-anak perantau asal Jatim dari Wamena, Papua. Rencananya, anak-anak yang berada di jenjang SMP, Tsanawiyah, SMA/SMK dan Aliyah akan disekolahkan ke sejumlah pondok pesantren milik PWNU Jatim secara gratis.

“Kami sudah musyawarah dengan pengurus PWNU yang memiliki pondok pesantren yang tersebar di seluruh Jatim untuk menggratiskan sekolah di ponpes bagi putra-putri perantau asal Jatim dari Wamena,” ujar Khofifah. 

(ay)

Related Comments



Atasi Kelangkaan APD, Dua UPT Dinsos Jatim Produksi Sendiri Masker Corona

Dinsos Jatim Siaga Hadapi Covid-19

Bersinergi dengan Pemdes, Pensosmas Banyuwangi Gelar Aksi Cegah Covid-19

Gandeng Dinsos Jember, TKSK Ambulu Lakukan Penjemputan ODGJ yang Alami Laka Lantas di Probolinggo

Kadinsos Minta TKSK Jadi Pionir Penanganan Corona di Level Kecamatan