116

Rapat Koordinasi Program Keluarga Harapan (Rakor PKH) Jatim yang digelar Senin malam (28/10/2019) di Hotel Mercure Surabaya, jadi ajang perpisahan mantan Kadinsos Jatim, Sukesi. Perempuan yang menjabat Kadinsos sejak 2015 ini memang baru saja memasuki masa pensiun dan beralih tugas menjadi widya iswara per akhir Oktober ini.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang hadir malam itu pun mengaku datang secara khusus untuk Sukesi. Meski malam itu agenda orang nomor satu di Jatim ini padat, namun Khofifah tetap menyempatkan diri hadir di acara Rakor PKH tersebut.

"Hubungan yang terjalin di lingkungan kemensos itu memang tidak hanya hubungan struktural, tapi sudah menjadi hubungan impersonal. Sejak saya di kemensos, Bu Sukesi sudah sering membantu saya. Saat saya masuk Jawa Timur, saya nggak tahu kalau beliau ternyata sudah mau masuk masa pensiun. Tapi itu formalnya saja, karena beliau juga masih bertugas di widya iswara," ujar Khofifah di awal sambutannya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah pun menyampaikan banyak terimakasih atas pengabdian Sukesi selama menjabat Kadinsos Jatim. Sejumlah elemen mitra dinsos, seperti, koordinator pendamping PKH, Tagana (Taruna Siaga Bencana), kelompok pelopor perdamaian dan himpunan mitra bank negara juga menyampaikan apresiasinya untuk perempuan yang pernah menjabat sebagai Kepala BPPKB Jatim ini.

Di penghujung acara, masing-masing perwakilan juga memberikan kenang-kenangan kepada Sukesi, tak terkecuali Gubernur Khofifah. "Kalau yang ini dari Jatim Cettar," kata Khofifah sambil menyerahkan vandel berlogo Jatim Cettar.

Sepanjang kegiatan berlangsung, Sukesi juga tak bisa menyembunyikan rasa haru atas apresiasi yang diterima dari gubernur, para sejawat dan mitra kerjanya. Beberapa kali, ia tak bisa menahan diri untuk ingin memeluk Gubernur Khofifah. "Maturnuwun, ibu," ungkap Sukesi beberpa kali sambil berkaca-kaca.

Sementara, Plt Kadinsos Jatim, Subban Wahyudiono, dalam laporannya menyebutkan, kegiatan Rakor PKH se-Jatim yang digelar selama dua hari diikuti 116 orang peserta, meliputi, perwakilan Dinsos kabupaten/kota, koordinator PKH dan sejumlah instansi terkait.

"Harapan ke depan, semoga pemerintah kabupaten/kota bisa mengalokasikan dana sharingnya agar KPM (Kelompok Penerima Manfaat) PKH yang terima bantuan bisa semakin merata," ujarnya.

Di hadapan peserta Rakor, Khofifah juga berharap agar koordinator kabupaten (Koorkab) maupun pendamping PKH di setiap daerah bisa menuliskan testimoni keberhasilan KPM dalam pemanfaatan bantuan non tunai yang di wilayahnya masing-masing. Sebab, saat ini keberhasilan PKH memberikan bantuan dengan format pembayaran non tunai telah diadopsi Bank Dunia.

"Saya kira success story itu kalau ditulis langsung sama teman-teman yang ikut mendampingi KPM langsung akan beda hasilnya. Pasti human interestnya lebih mengena," yakinnya. 

 

(ay)

Related Comments