86

Dampingi Gubernur Tinjau Banjir Jember, Dinsos Jatim Buka DU dan Posko LDP

JEMBER- Setelah menerjang Bondowoso pekan lalu, Sabtu (01/2/2020) kemarin, banjir bandang giliran menerjang Kabupaten Jember. Banjir yang membawa material lumpur dan kayu ini menyebabkan sejumlah fasilitas umum rusak parah dan ratusan warga Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi mengungsi.

Guna mengetahui kondisi riil di lapangan, Minggu (2/2/2020) pagi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi banjir dengan didampingi Bupati Jember Faida, Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal, Komandan TNI setempat dan sejumlah pejabat Pemprov Jatim.

Berdasar data BPBD setempat, banjir bandang tersebut menyebabkan satu jembatan penghubung pabrik Perkebunan Kalijompo rusak berat (putus), plengsengan Jalan Mawar di Kecamatan Patrang terkikis sekitar 10 meter, 15 rumah terendam lumpur dan 367 jiwa mengungsi.

Khusus dalam rangka percepatan penanganan warga terdampak, Dinas Sosial Jatim, Minggu pagi, langsung membuka dapur umum (DU) di dua titik, yakni, di Dusun Gendis, Desa Klungkung dan di lokasi perkebunan Kali Jompo.

Di dua titik itu, dapur umum Dinsos yang ditangani Tagana Jember, Tagana Banyuwangi, tim FK Tagana Jatim dan staf seksi PSKBA itu menyiapkan 1.500 nasi bungkus, dengan rincian 1000 bungkus di titik Dusun Gendis dan 500 bungkus di lokasi perkebunan.

Selain itu, Dinsos Jatim juga memberikan bantuan peralatan kebersihan, peralatan tidur, paket makanan anak-anak, dan paket sembako senilai Rp 151,9 juta.

Yang tak kalah penting, Dinsos juga membuka posko Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk anak anak. Posko LDP ini dipandang penting mengingat dari jumlah warga terdampak yang mengungsi, terdapat 10 orang lansia, 9 balita dan 19
anak-anak.

Dalam kunjungannya ke lokasi bencana, Gubernur Khofifah juga mengunjungi warga korban terdampak, dapur umum Tagana Dinsos dan Posko LDP.

Saat di dapur umum, Khofifah sempat ikut mengaduk sayur dan menanyakan ketersediaan stok sayuran.
"Insya Allah cukup, bu. Stok sayuran sengaja kita pusatkan di dapur umum pertama yang ada di Dusun Gendis. Sebab untuk dibawa ke atas butuh waktu, karena ada akses yang terputus. Sehingga mengangkutnya harus memakai kendaraan khusus, atau pakai motor," jawab Plt Sekretaris Dinsos Jatim, Restu Novi Widiani didampingi penanggungjawab dapur umum dari Tagana Jember.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini pun mengapresiasi langkah cepat penanganan bencana yang dilakukan banyak kalangan, mulai pemerintah, TNI, Polri, hingga para relawan.

"Pemasangan bronjong cepat sekali. Kecepatan ini beriringan dengan pelayanan terapi psikososial yang diberikan kepada warga terdampak,” katanya.

Kendati demikian, Khofifah juga meminta agar semua warga Jatim siaga satu menghadapi cuaca ekstrem yang akan terjadi hingga akhir Februari ini.

Bahkan, lanjut Khofifah, kemungkinan cuaca ekstrem itu bisa berlangsung hingga pertengahan Maret 2020.
“Kita mesti siaga satu, karena cuaca ekstrem ini harus diwaspadai semua,” pesan Khofifah. (yus)

Related Comments



Atasi Kelangkaan APD, Dua UPT Dinsos Jatim Produksi Sendiri Masker Corona

Dinsos Jatim Siaga Hadapi Covid-19

Bersinergi dengan Pemdes, Pensosmas Banyuwangi Gelar Aksi Cegah Covid-19

Gandeng Dinsos Jember, TKSK Ambulu Lakukan Penjemputan ODGJ yang Alami Laka Lantas di Probolinggo

Kadinsos Minta TKSK Jadi Pionir Penanganan Corona di Level Kecamatan