132

Antisipasi Dampak Covid-19, Pemerintah Naikkan Jumlah Nominal Bansos Program Sembako

Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) yang sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, bakal diganti dengan Program Sembako. Perubahan itu telah dimulai awal tahun ini yang diikuti dengan penyesuaian nilai bantuan.

Dengan program Sembako, indeks bantuan yang semula Rp.110.000/KPM/bulan akan naik menjadi Rp.150.000/KPM/bulan. Kenaikan nominal itu ditetapkan dalam rangka memperluas jenis komoditas yang dapat dibeli Keluarga Penerima Manfaat (KPM), antara lain, komoditas yang mengandung sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati maupun vitamin dan mineral.

"Jadi tidak hanya berupa beras dan telur saja seperti saat program BPNT," ujar Kepala Dinsos Jatim, Alwi, saat membuka acara Rapat Koordinasi Sosialisasi dan Launching Bantuan Sosial Pangan Program Sembako Tahun 2020 di Hotel Grand Surya, Kediri, Kamis (12/3/2020).

Pengembangan jenis bahan pangan yang didapatkan dari program sembako ini, menurut Alwi, juga diharapkan mampu meningkatkan nutrisi/gizi masyarakat, terutama anak-anak usia dini, sehingga akan memiliki pengaruh terhadap program penurunan stunting.

Selain itu, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), Garis Kemiskinan Makanan (GKM) memiliki kontribusi besar terhadap pembentukan Garis Kemiskinan.

Mantan Kepala Bakorwil Pamekasan ini juga menambahkan, khusus mulai bulan Maret sampai Agustus mendatang, Pemerintah melalui Kementerian Sosial juga akan menaikkan nominal bansos sembako dari Rp.150 ribu menjadi Rp 200 ribu.

Kenaikan ini, menurutnya, merupakan bagian dari stimulus fiskal pemerintah untuk mengatasi dampak wabah virus corona yang terjadi di tanah air, khususnya bagi keluarga miskin. Sebab, penyebaran virus corona sekarang ini diprediksi akan memberi dampak pada pelambatan ekonomi.

"Cash program ini merupakan respons pemerintah untuk menjaga konsumsi di lapisan terbawah tidak terganggu oleh perlambatan ekonomi," terangnya.

Berdasar data Dinsos Jatim, jumlah KPM penerima program sembako di Jatim tahun ini sebanyak 2.841.398 KK. Hingga 3 Maret lalu, KPM yang telah menyerap bantuan sosial itu sebanyak 2.453.568 KK atau sekitar 86,35 persen.

Dari sebaran di 38 kabupaten/kota, penyerapan tertinggi terjadi di Kabupaten Banyuwangi dengan angka 99,93 persen. Selanjutnya, disusul secara berturut-turut oleh empat kabupaten lain di kisaran 98 persen, yakni, Kabupaten Ngawi, Bondowoso, Lamongan dan Trenggalek. (yus)

Related Comments



Atasi Kelangkaan APD, Dua UPT Dinsos Jatim Produksi Sendiri Masker Corona

Dinsos Jatim Siaga Hadapi Covid-19

Bersinergi dengan Pemdes, Pensosmas Banyuwangi Gelar Aksi Cegah Covid-19

Gandeng Dinsos Jember, TKSK Ambulu Lakukan Penjemputan ODGJ yang Alami Laka Lantas di Probolinggo

Kadinsos Minta TKSK Jadi Pionir Penanganan Corona di Level Kecamatan